Senin, 01 Oktober 2018

Merinding! Begini Detik-detik Kampung Petobo Palu Hilang 'Ditelan' Lumpur Pascagempa, Ratusan Orang Diduga Terkubur


Beritaterheboh.com - Kawasan Petobo, Palu, 'ditelan' lumpur akibat fenomena likuifaksi pascagempa. Akibatnya, ratusan orang diduga terkubur dan evakuasi sulit dilakukan.

"Di Petobo, diperkirakan ratusan orang terkubur material lumpur. Saat gempa, muncul lumpur. Likuifaksi, lumpur keluar dari permukaan tanah karena ada guncangan," kata Kepala Humas dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugrono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).



Sedimen yang ada di bawah tanah 'mencair' dan mengakibatkan terbentuknya lumpur. Kawasan Petobo seolah-olah hanyut dan 'ditelan' lumpur.

"Kompleks perumahan Petobo seolah-olah hanyut dan ditelan oleh lumpur. Lebih-kurang 744 unit rumah yang tertimbun oleh material lumpur hitam," jelasnya.

Sutopo mengatakan evakuasi di Petobo sulit dilakukan. Dia membandingkannya dengan proses evakuasi korban longsor.

"Evakuasi sangat sulit. Kalau rumah tertimbun atau korban tertimbun longsor masih relatif mudah, tapi Petobo sulit evakuasi," ucap Sutopo.



Hingga saat ini, jumlah korban meninggal yang sudah ditemukan sebanyak 844 jiwa. Jumlah ini belum ditambah perkiraan jumlah korban yang masih tertimbun, seperti di Balaroa dan Petobo.

"Jumlah korban saya katakan masih bergerak dinamis dan banyak versi data," ujarnya.


Beberapa selamatkan diri

Gempa di Palu, Sulawesi Tengah, dikabarkan 'menelan' satu permukiman. Pihak Koramil Parigi Moutong menyatakan satu kampung menjadi korban dan banyak yang mengungsi.

"Kampung Petobo, pada saat gempa, ambruk itu tertelan bumi. Kebetulan dari sana yang sudah mengungsi ada yang ke arah Parigi," ujar Danramil Parigi Moutong (Parimo) Kapten Cpl Mapeda saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/10/2018).

Sejumlah warga yang selamat dari Perkampungan Petobo, disebut Mapeda, mengungsi ke sejumlah wilayah, termasuk ke Parimo. Mereka mencari tempat berlindung ke daerah yang lebih tinggi.




"Ada yang ngungsi di atas gunung ke Poso. Ada juga yang punya kerabat di Makassar mereka dibawa ke sana, pokoknya mereka menjauh saja," sebut Mapeda.

Dari informasi yang didapat Mapeda dari warga Petobo, perkampungan itu disebut menghilang. Petobo, menurutnya, menjadi satu permukiman yang paling parah terdampak gempa.

"Rumah tenggelam sampai 8 meter. Ada yang 5 meter. Jadi semacam tanah disulap, rumah hilang. Padahal itu perkampungan, jadi tertelan tanah," ucapnya.(detik.com)

Berikut video detik-detik kampung Petobo ditelan lumpur



Video diatas direkam disebelah kampung Petobo:

Viral! Kisah Deby Fatimah Meninggal di Hari Ulang Tahun, Bisa Selamat dari Gempa Tapi Tak Lari karena Kewajiban


Beritaterheboh.com -  Deby Fatimah Mondo menjadi viral lantas kisah semasa hidupnya yang menginspirasi banyak orang.

Deby merupakan korban meninggal dalam gempa dan tsunami Palu pada Jumat (28/9/2018).

Sebelum dirinya meninggal, ia memiliki kisah hidup yang menginspirasi dan mengharukan.

Gadis 19 tahun ini meninggal tepat di hari ulang tahunnya.

Selain itu, ia merupakan hafizah, atau penghafal Al-quran, dirinya meninggal setelah mengambil wudu untuk salat magrib.

Kisah tersebut dibagikan oleh sepupu Deby bernama Dessy di Instastory miliknya @dsmuchtar pada Sabtu (30/9/2018).

Awalnya, ia bersama delapan orang temannya.

Gempa kemudian mengguncang dan memporak-porandakan bangunan pesantren tempat ia menuntut ilmu.

Sebenarnya Debby bisa saja menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan tersebut.

Teman-temannya sudah menarik Deby untuk keluar dari bangunan karena tahu pasti bangunan akan roboh.


Namun saat itu ia baru selesai berwudu dan belum sempat mengenakan hijab.

Ia memilih mencari cadarnya sehingga tak sempat menyelamatkan diri.

"Deby shalihah yang sedang menghafalkan Qur'an di pondok.

Ketika dihantam reruntuhan gempa, sedang berwudlu untuk sholat Magrib.

Terkubur reruntuhan gedung pondok bersama 8 orang temannya.

Hari ini mayatnya telah diangkat, jannah (surga) menantimu, shalihah.

Kamu cantik dengan cadarmu, sepupuku (emoji love).

Semoga kamu menjadi bidadari syurga seperti yang kamu cita-citakan.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, ia pergi tepat di hari kelahirannya," tulis @dsmuchtar.

Kisah ini viral dan banyak yang menyampaikan duka di Facebook Deby yang bernama Fatimah Deby.(Tribunnews.com)