Kami berpengalaman bergerak di bidang jasa Birthday Party,menyediakan semua keperluan ULANG TAHUN: MC,BADUT,Sulap,Dekorasi Balon,Dekorasi 3D,Cetak Undangan,Souvenir,Orgen Tunggal,Akrobat,dll. manerima pembuatan BADUT Maskot/BADUT Karakter.kami siap melayani panggilan luar kota. Info lengkap hubungi kami: no hp 085728311334 alamat: Pedan, Klaten, Jawa Tengah
Beritaterheboh.com - Video aksi orang-orang menaburkan bubuk kopi Luwak White Coffee ke api dan kemudian api membesar viral di media sosial sejak Jumat (28/9/2019) Rekaman video-video tersebut memperlihatkan satu orang yang menaburkan bubuk kopi dari kemasan kecil (sachet) ke nyala api dari korek yang dipegang oleh rekannya. Api terlihat membesar dan menyambar bubuk kopi. Untuk lebih meyakinkan, mereka kemudian menaburkan bubuk kopi hitam dari merek kopi lain yang ternyata tidak menyambar api di ujung korek. Setelah itu mereka kembali mengambil bubuk kopi Luwak White Coffee dan menaburkannya ke atas api yang menyala di ujung korek. Sontak, api langsung menyambar bubuk kopi luwak putih itu. “Ada bubuk mesiunya nih,” terdengar suara pria yang menaburkan bubuk kopi tersebut. “Selamat menikmati kopi luwak,” sahut rekannya. Setelah video itu viral, banyak warga yang mencoba melakukan hal serupa. Bantahan Netizen Tak berapa lama setelah beredarnya video-video yang memperlihatkan orang-orang membakar bubuk kopi Luwak White Coffee, beredar pula sejumlah postingan dan video yang memberikan penjelasan kenapa kopi Luwak White Coffee mudah terbakar. Di antara video berisi penjelasan kenapa kopi Luwak White Coffeemudah terbakar yang paling banyak dibagikan oleh netizen adalah video yang diposting oleh pemilik akun Facebook Ridwan Tresna Nugraha. Dalam videonya, pria yang memperkenalkan dirinya dengan nama Ridwan Tresna Nugraha dari Tasikmalaya, memosting aksinya yang membakar beberapa jenis kopi serupa. Dari video itu terlihat tidak hanya kopi dengan merek dagang Luwak White Coffe saja yang mudah terbakar. Beberapa bubuk kopi serupa dari merek lainnya juga sangat cepat disambar api. Setelah melalukan percobaan pada beberapa merek kopi dengan jenis serupa, Ridwan menyatakan, “Kalau saya pribadi menyimpulkan bahwa ternyata kopi atau apapun itu yang mengandung kremer akan mendapatkan reaksi seperti itu (mudah disambar api-red),” ujar Ridwan. “Jadi kesimpulannya kalau menurut saya pribadi, tidak ada yang namanya bubuk mercon. Tapi semua minuman atau pun serbuk yang mengandung kremer itu pasti terjadi reaksi yang sama,” lanjut dia. Menurut Ridwan, reaksi ini terjadi karena pengaruh bahan-bahan atau komposisi yang terkandung dalam kremer, seperti minyak nabati atau pun kandungan krim susu. Video berdurasi 4 menit 43 detik ini diposting pada Jumat (28/9/2018) pukul 23.05 WIB, di Kota Tasikmalaya. Hingga Sabtu (29/9/2018) pukul 15.00 WIB, video ini sudah mencatat 1,5 juta tayangan dan 56 ribu kali dibagikan. “Percobaan saya.. Dan kesimpulan saya... Jangan ikut sebarin hoax ya... Be smart netter.. With Dapur Simkuring Singaparna – Tasikmalaya,” tulis Ridwan Tresna Nugraha pada keterangan menyertai postingan videonya. Lihat videonya di bawah ini. Ada juga netizen yang membagikan beberapa video tentang orang-orang membakar bubuk kopi luwak, disertai penjelasan kenapa hal itu terjadi. “Kenapa bisa terjadi hal demikian? tentu ada penjelasan ilmiah yang dapat meluruskan pemahaman yang keliru. 1. Berbagai produk yang berbentuk bubuk atau serbuk seperti, tepung terigu, tepung beras, tepung nabati, krimer, kopi, susu bubuk, dan sebagainya. Bubuk atau tepung yang terbuat dari nabati jika terkena api juga mudah terbakar. Proses terbakarnya itu terjadi karena ada api, oksigen dan bahan bakar (tepung/serbuk). Kopi yang sedang viral (Whitee Coffee) pada komposisinya terdapat : Sodium Caseinate (Zat Anti Caking) yang mengandung sulfur, yaitu salah satu unsur yang mudah terbakar. Namun tidak berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi. 2. Suatu produk yang mudah atau bisa terbakar, bukan berarti berbahaya bagi tubuh. 3. Produk Luwak White Koffie tentunya sudah memiliki ijin edar yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga dapat dipastikan Luwak White Koffie 100% aman untuk diminum,” tulis pemilik akun Facebook Lisa RL. Penjelasan Badan POM Selain batahan yang diedarkan oleh netizen, Badan Pengawan Makanan dan Obat (BPOM) pun mengeluarkan penjelasan terkait isu produk pangan yang dapat menyala jika terbakar. Berikut penjelasan dari Badan POM Sehubungan dengan pemberitaan di berbagai media sosial mengenai produk pangan yang dapat menyala jika dibakar, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut: 1. Bahwa produk pangan yang mengandung lemak/minyak dengan kadar air rendah terutama yang berbentuk tipis, berpori, seperti krupuk, krekers, dan makanan ringan lainnya dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api. 2. Bahwa produk pangan yang terbakar/menyala tersebut tidak dapat membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin di dalam produk pangan. 3. Bahwa untuk membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin diperlukan pengujian lebih lanjut di laboratorium. 4. Bahwa Badan POM telah melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dengan nomor izin edar Badan POM (MD atau ML). 5. Sebagai perlindungan terhadap masyarakat, Badan POM terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat. 6. Dihimbau kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: - Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533 atau - SMS: 0-8121-9999-533, atau - email: halobpom@pom.go.id, atau sumber: tribunnews.com
Beritaterheboh.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengunggah fotonya di lahan untuk proyek Tol Padang - Pekanbaru yang tak menunjukkan progres berarti. Bahkan, wakil ketua umum Partai Gerindra itu menyebut proyek tol sepanjang 244 kilometer tersebut mangkrak. Menurut Fadli, groundbreaking proyek infrastruktur itu diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 Februari 2018. Namun, sudah berbulan-bulan pengerjaan proyek itu mandek. “Padahal groundbreaking oleh presiden,” ujar Fadli melalui akun @fadlizon di Twitter, Sabtu (29/9). Penampakan #tolmangkrak" sdh 10 bln di Padang. Tak ada pekerjaan apapun. Pdhl yg resmikan P @jokowi nih 9 Feb 2018. Pencitraan terlalu dini. pic.twitter.com/gwWAcuEVvZ — Fadli Zon (@fadlizon) September 29, 2018 Fadli menuturkan, kemajuan proyek itu hanya 200-300 meter. Padahal, tol itu jika jadi dan dioperasikan bisa memangkas jarak tempuh Padang - Pekanbaru menjadi tiga jam saja. “Tapi sudah lama groundbreaking tidak ada kelanjutan,” tuturnya. Fadli pun menyebut proyek itu mangkrak karena perencanaannya secara teknis belum matang. Namun, katanya, proyek itu dipaksakan demi pencitraan. “Jangan diresmikan pembangunannya padahal lahan belum beres. Jadi pencitraan dini,” pungkasnya. 6 Fakta Mangkrak-nya Tol Padang yang Ditunjukkan Fadli Zon: Telan Rp 78,09 T hingga Utang Jepang 1. Diresmikan Jokowi pada Februari 2018 Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru pada 9 Februari 2018 dengan ditandai peletakan batu pertama. Pembangunan ini merupakan Seksi I, yakni jalur Padang-Sicincin yang memiliki panjang 28 kilometer. 2. Telan Biaya Rp 78,09 Triliun Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan jika pembangunan ini membutuhkan investasi senilai Rp 78.09 triliun. Dengan rincian, Untuk Seksi 1, investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 4,88 triliun. Sementara itu, empat seksi lainnya yaitu Seksi 2 Sicincin-Payakumbuh (78 kilometer) sebesar Rp 32,93 triliun, dan Seksi 3 Payakumbuh-Pangkalan (45 kilometer) sebesar Rp 15,47 triliun. Selanjutnya, Seksi 4 Pangkalan-Bangkinang (56 kilometer) sebesar Rp 18,86 triliun dan Seksi 5 Bangkinang-Pekanbaru (37 kilometer) sebesar Rp 5,95 triliun. 3. Biaya Pembebasan lahan Pembayaran lahan proyek tol ini akan dilakukan dengan dana talangan dari PT Hutama Karya Persero. Sedangkan pembebasan lahannya akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah setempat. 4. Terowongan yang Tembus Pegunungan Bukit Barisan Biaya investasi yang tak sedikit itu selain digunakan untuk pembangunan jalan tol, nantinya juga akan dipakai untuk membuat terowongan. Terowongan ini rencananya akan menembus pegungunan Bukit Barisan, dengan jumlah lima buah dan total panjang 8,95 kilometer. Terowongan ini digunakan untuk memperpendek jarak tempuh setidaknya 11 km, selain untuk menjaga alam Bukit Barisan. 5. Utang Jepang Pada Februari 2018, pemerintah Jepang telah bersedia membantu pembiayaan konstruksi sepanjang 40 km. Nilai pinjaman yang diberikan Jepang adalah sebesar Rp 9,1 triliun. Bantuan ini termasuk untuk membangun terowongan. 6. Alasan Mandek Diberitakan Tribun Pekanbaru, 30 Mei 2018, pengerjaan Tol Padang-Pekanbaru ditunda. Tol sepanjang 244 kilometer itu terkendala soal pembebasan lahan. Hal ini lantaran para pemilik lahan belum sepakat soal jumlah ganti rugi atas tanah mereka. Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, membenarkan belum adanya lahan untuk Jalan Tol Padang-Pekanbaru yang telah dibebaskan. Kendati begitu, kata dia, Pemprov Sumbar akan terus berusaha agar masyarakat mau membebaskan lahannya untuk dibangun jalan tol, supaya proses pembangunannya bisa dimulai tahun ini.
"Belum ada lahan yang telah dibebaskan, karena belum ada kesepakatan harga ganti rugi. Untuk itu, kami dari pemprov Sumbar akan segera menurunkan tim apresial ke lokasi pembangunan jalan tol. Kami berharap, masalah ini cepat selesai, supaya segera dibangun," kata Nasrul Abit di Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (30/5/2018) sore. Untuk sementara ini, lanjutnya, pembangunan jalan tol ditunda dulu sampai ada kesepakatan harga lahan. Namun yang jelas, lahan yang akan dilalui jalan tol tersebut sudah ada penetapan harganya, namun nilainya berbeda-beda, yaitu dari Rp32 ribu sampai Rp286 ribu per meternya. "Sekarang ini masalahnya ada pada harganya ini. Masyarakat sekarang kan hanya menilai harga terendah saja, sementara ada juga nilai yang tertinggi, makanya masyarakat menutup pembangunan jalan tol tersebut," ujarnya. Agar persoalan pembebasan lahan ini segera selesai, sebutnya, Pemprov Sumbar juga akan meminta Walinagari setempat sebagai orang yang akan ditunjuk untuk pembanding harga tanah. Namun di samping itu, tentunya juga ada opsi lain untuk menyelesaikan masalah ini. "Tapi saya saya belum bisa sampaikan apa opsinya, karena ini masih dirapatkan dulu. Namun yang jelas, proses negosiasi pembebasan lahan dengan masyarakat masih tetap jalan. Batas waktu negosiasi akan berakhir sampai 7 Juni," ujarnya. "Jika sampai tanggal yang ditentukan itu ternyata belum ada solusi, barulah dicarikan upaya lain," imbuh mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode itu. Sebelumnya, Pemprov Sumbar menargetkan proses pembayaran ganti rugi lahan yang akan dilalui jalan tol rampung pada Juli 2018. Untuk tahap awal, pembayaran ganti rugi lahan dilakukan untuk ruas jalan sepanjang 4,2 kilometer, yaitu Padang-Sicincin. Diinformasikan, harga lahan yang telah ditetapkan berbeda, mulai dari Rp 32 ribu hingga 286 ribu rupiah tiap meternya. Dan tanpa mengetahui Fakta Fadli Zon dengan seenak perut buncitnya menusudh tanpa mengetahui asal muasal. Tak heran Fadli Zon menuai bulliyan warganet Tribunnew.com
Meninjau pmbgn tol "mangkrak" Padang-Pakanbaru 244 km.Stlh 10 bln baru 200-300m sj. Pdhal groudbreaking olh Presiden. pic.twitter.com/ih46FXt0UO